Pembentukan Karakter di Sekolah

generasimaju.com – Ungkapan orangtua yang menyatakan bahwa anaknya malah belajar hal-hal yang buruk di sekolah menunjukkan bahwa lingkungan sekolah dan pergaulan sang anak secara sosial tidak baik. Ketika sebuah keluarga memercayakan kelanjutan proses pendidikan anak-anaknya pada lembaga pendidikan, ada dua kemungkinan ekstrem yang bisa terjadi.

Pertama, orangtua pasrah total menyerahkan anaknya pada lembaga pendidikan yang ia percaya. Kedua, sekolah merasa sebagai pemilik wewenang tunggal untuk menentukan kehidupan siswa. Ini yang membuat pihak sekolah mengabaikan peranan orangtua dalam proses pendidikan ini. Kedua hal ini sama-sama tidak menguntungkan, baik bagi orangtua, siswa, maupun sekolah itu sendiri.

Kerja sama antara keluarga, sekolah dan masyarakat kiranya sangat penting dan mendesak. Orangtua perlu menyadari peran dan tanggung jawabnya sebagai pendidik, meski anak sudah menjalani masa sekolah dan tanggung jawab pendidikan seolah-olah mereka alihkan pada para pendidik di sekolah. Peranan orangtua pun mestinya semakin intensif, bukan marginal, ketika mereka menyerahkan anak-anak mereka untuk dididik di sekolah.

Sayangnya, sering kali komunikasi inilah yang macet. Sekolah hanya melibatkan orangtua kalau anaknya bermasalah, atau perlu uang untuk membicarakan ekonomi sekolah. Dua sikap yang kurang tepat ini harus dikoreksi. Sebab orangtua tetap memerlukan komunikasi yang baik dengan sekolah dan sekolah perlu memandang orangtua sebagai rekan kerja, karena mereka dipercaya oleh orangtua sebagai tangan, hati, mata, mulut, dan perhatian orang tua selama anak di sekolah.

Tanpa ada komunikasi yang baik antara orangtua dan pendidik di sekolah, pembentukan karakter anak tidak akan mungkin berjalan dengan baik. Orangtua dan keluarga memang merupakan tempat pertama dimana nilai-nilai mulia itu bertumbuh. Sedangkan apakah nilai-nilai mulia itu tetap bertahan pada saat anak memasuki masa sekolah, akan bergantung pada bagaimana orangtua dan sekolah memahami peran dan tanggung jawabnya secara benar. Bila ada komunikasi yang baik, antara orangtua dan sekolah, saya yakin, keluhan yang bernada saling menyalahkan tidak perlu terjadi. Sebab, baik orangtua dan sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter mulia anakanak yang dipercayakan kepada mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *