Dari Keluarga, Bersemai Nilai-Nilai Mulia

pascal-edu.com – Keluarga merupakan lingkungan pertama di mana seorang anak belajar tentang nilai, sikap dan perilaku yang akan memengaruhi pembentukan kepribadian dan karakternya. Seorang ibu suatu ketika bertanya pada saya,” Mengapa anak saya yang sebelumnya memiliki adat santun, setelah masuk sekolah justru semakin pintar berbicara kotor dan kasar?” Sebaliknya, seorang guru juga sharing pengalaman,“ Karakter anak-anak banyak terbentuk dalam keluarga.

anak-anak yang mengalami salah didik sejak dalam keluarga, akan sulit bagi kami membetulkannya. namun, kamilah yang selalu disalahkan bila ada ketidakberesan dalam diri siswa,” keluhnya. Dua kisah di atas, meskipun tidak menggambarkan persoalan pendidikan secara umum, sesungguhnya mewakili pertanyaan pokok kita tentang persoalan sinergi pengembangan model pendidikan karakter yang efektif.

Di manakah peranan keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam membentuk karakter anak-anak kita sehingga menjadi pribadi yang baik, memahami nilai-nilai moral, mau dan mampu mempraktikannya dalam hidup mereka? Keluarga, sekolah, dan lingkungan memiliki peranan yang khas dalam rangka pembentukan karakter individu. Memahami porsi tanggung jawab masing-masing individu dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi sangat penting, karena dengan kesadaran akan tanggung jawab inilah dapat dibangun sinergi yang baik dalam rangka pembentukan karakter anak.

DARI RUMAH

Proses pembentukan karakter bisa digambarkan sebagai sebuah perjalanan yang bermula dari rumah, menuju ke masyarakat luas. Dari keluargalah bersemai nilai-nilai mulia yang diperoleh, dipahami, dan diterima oleh anak. Bagaimana seorang anak menerima bentukan karakter dari lingkungan keluarga?

• Sejak anak lahir, anak sudah belajar mengenal bagaimana lingkungan sekitar mendukung pengembangkan dirinya secara utuh. Proses belajar anak pertamatama dilakukan melalui perasaan enak dan tidak enak. Kalau seorang bayi merasa nyaman dengan fsiknya, dia akan tenang, diam dan tidak rewel. Tapi kalau ia mengalami ketidaknyamanan secara fsik, baik karena kehausan, kepanasan, atau kelaparan, ia akan menangis. Lingkungan fsik yang hangat dan ramah membantu seorang anak bertumbuh dan berkembang.

• Ketika anak semakin besar (bisa berjalan, mulai belajar mengeja kata-kata, belajar mandiri), proses pembelajarannya adalah melalui komunikasi, dialog, dan contoh. Mereka akan belajar bersikap dan bertindak dari apa yang ia lihat dan ia dengar. apa yang dilakukan dan dikatakan orang dewasa akan menjadi model dan pedoman bagi cara dia bersikap dan bertingkah laku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *