Kitab dan Suhuf: Pengertian, Perbedaan, dan Penjelasan

Wahyu Allah SWT yang diturunkan dan diterima oleh para Rasul tak hanya dalam bentuk kitab, tapi juga dalam bentuk lembaran-lembaran terpisah, yang disebut sebagai suhuf. Dan berikut ini, Anda bisa temukan penjelasan mengenai kitab dan suhuf dalam agama Islam. Selamat membaca!

Pengertian Kitab dan Suhuf

Apabila didefinisikan, pengertian dari kitab dan suhuf adalah sebgaai berikut:

·        Kitab merupakan wahyu Allah SWT yang diturunkan dan disampaikan kepada para Nabi dan Rasul-nya. Dalam perkembangannya, kitab merupakan kumpulan wahyu Allah yang lengkap, dan isinya wajib disebarkan kepada ummat.

·        Suhuf merupakan wahyu Allah SWT yang diturunkan dan disampaikan kepada Nabi-Nya, dan isinya tidak wajib disebarkan kepad ummat.

Tentang Kitab

Sebagaimana yang sudah Anda pelajari – minimal dalam mata pelajaran Agama Islam di bangku sekolah – terdapat 4 (empat) kitab yang telah diturunkan kepada Nabi dan Rasul. Keempatnya adalah:

1.      Kitab Taurat.

Kitab Taurat merupakan kitab Allah SWT yang diturunkan bagi Nabi Musa ‘Alaihissalam dengan tujuan sebagai bimbingan dan petunjuk bagi bangsa Bani Israil. Kata Taurat sendiri berakar dari bahasa Ibrani, yaitu Thora yang bermakna instruksi.

Di dalam isinya, terdapat 10 pokok ajaran mengenai keyakinan dan kebaktian yang rangkumannya adalah sebagai berikut:

·        Jangan berbohong.

·        Jangan membunuh.

·        Jangan melakukan perbuatan cabul.

·        Jangan mencuri.

·        Menghormati orang tua.

·        Menyebutkan nama Allah dengan penuh rasa hormat.

·        Hanya menyembah kepada Allah.

·        Jangan mengambil milik orang lain.

2.      Kitab Zabur.

Kitab Zabur adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud ‘Alaihissalam . Kata Zabur berakar dari bahasa Arab, dan dikenal dengan sebutan mazmur jama’ dari lafadz mazamir. Di dalam Al-Qur’an, kebenaran dari isi Kitab Zabur tertuang dalam firman Allah di Surat Al-Isra ayat 55, yang berarti: “Dan Tuhan kamu lebih mengetahui siapa yang ada di langit dan bumi. Sungguh kami telah memberikan kelebihan kepada para Nabi atas sebagian yang lain, kemudian kami turunkan Kitab Zabur kepada Nabi Daud ‘Alaihissalam .”

Turunnya Kitab Zabur ini adalah sebagai:

·        Petunjuk bagi kaum Nabi Daud ‘Alaihissalam .

·        Kabar gembira bahwa bumi diwariskan bagi hamba Allah SWT yang beriman.

·        Peringatan bagi manusia bahwa tidak ada alasan untuk mengingkari Allah SWT.

3.      Kitab Injil.

Kitab Injil merupakan kitab Allah SWT yang diturunkan bagi Nabi Isa ‘Alaihissalam dengan inti ajarannya sebagai berikut:

·        Ajakan bagi umat Nabi Isa ‘Alaihissalam untuk hidup dengan zuhur.

·        Sebagai pedoman bagi umat Nabi Isa ‘Alaihissalam .

·        Untuk meluruskan pandangan kaum Yahudi.

4.      Kitab Al-Qur’an.

Al-Qur’an merupakan kitab Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa salam secara bertahap sebagai mu’jizat melalui perantara malaikat Jibril. Turunnya Al-Qur’an ini adalah ditujukan sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi ummat Rasulullah SAW hingga akhir zaman, karena beliau adalah nabi dan rasul terakhir. Dan tujuan Al-Qur’an ini tertuang di dalam firman Allah SWT pada Surat Al-Hijr ayat 9, yang berarti: “Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur’an, dan kami pula yang menjaganya.”

Tentang Suhuf

Sepanjang sejarah Islam, hanya ada 5 (lima) Nabi yang menerima suhuf dengan total 140 suhuf, yaitu:

·        Nabi Adam (10 suhuf).

·        Nabi Musa (10 suhuf).

·        Nabi Ibrahim (30 suhuf).

·        Nabi Idris (30 suhuf).

·        Nabi Syits (60 suhuf).

Kebenaran dari isi suhuf telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an Surat Al-A’la ayat 19, yang berarti: “Suhuf merupakan kitab-kitab Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.”

Perbedaan Kitab dan Suhuf

Setelah penjelasan singkat di atas, lantas apa sebenarnya perbedaan antara kitab dan suhuf? Apabila dirangkum, perbedaan di antara keduanya adalah sebagai berikut:

·        Kitab memiliki isi yang lebih lengkap, sedangkan isi suhuf tidak selengkap kitab.

·        Isi di dalam suhuf tidak wajib disampaikan bagi ummat, sedangkan isi kitab harus disampaikan kepada ummat.

·        Suhuf tidak didokumentasikan (dibukukan).

Sebagai tambahan informasi, Al-Qur’an menyebutkan istilah kitab sebanyak 198 kali, dan suhuf 6 kali.

Itulah penjelasan mengenai kitab dan suhuf di dalam Islam. Semoga ilmu di atas dapat memberikan manfaat bagi Anda serta mampu meningkatkan keimanan Anda terhadap Allah SWT. Aamiin ya rabbal ‘aalamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *