Cara Mengatasi Peer Pressure Pada Balita

Cara Mengatasi Peer Pressure Pada Balita

Selama ini, permasalahan peer pressure tidak sedikit ditemukan pada pergaulan anak remaja. Percaya atau tidak, peer pressure pada balita juga dapat terjadi. Bahkan, masalah ini pun rentan menciptakan anak menjadi stres.

Peer pressure ternyata tidak mengenal umur. Tidak melulu remaja, anak-anak yang lebih muda pun mengalaminya. Hal ini adalahefek dari bersosialisasi, laksana pergaulan di sekolah. Anak mempunyai desakan alamiah guna tampil dan berperilaku laksana teman-teman yang menurutnya keren.

Apalagi bila teman-teman sekolah yang dikagumi anak terlihat bergerombol dan dikagumi anak-anak lain. Inilah yang membuat peer pressure pada balita. Bila gagal mengekor gaya dan perilaku teman-teman yang dianggapnya keren, anak bakal merasa tidak cukup percaya diri dan cemas dijauhi teman-temannya.

Beberapa pengaruh peer pressure pada balita barangkali belum serumit yang dirasakan remaja. Misalnya: si kecil seketika minta duit jajan lebih supaya bisa ke kantin bareng teman-temannya, sebenarnya sebelumnya senang membawa bekal sendiri. Anak pun meminta dibelikan pakaian atau mainan karakter kartun tertentu. https://www.studybahasainggris.com/

Meskipun terkesan remeh, bahwasannya hal ini bisa mengganggu pertumbuhan psikologis pada balita. Jangan hingga anak cemas berlebihan sampai-sampai tidak merasakan masa sekolahnya. Inilah tiga (3) teknik untuk menanggulangi peer pressure pada balita:

1. Bekali anak dengan konsep dan citra diri yang baik
Tidak seluruh anak gampang terpengaruh dengan peer pressure. Anak dengan konsep dan citra diri positif bakal lebih percaya diri meskipun berbeda. Bagi mewujudkannya, Anda dapat mengingatkan si kecil bahwa dia juga punya keunggulan dan tetap istimewa, meskipun bertolak belakang dengan teman-temannya.

Misalnya: puji prestasi, kepintaran anak, maupun kebaikan-kebaikan beda yang dilakukannya. Di samping itu, tidak boleh mudah memarahi atau memberi cap negatif bila anak mengerjakan kesalahan. Hindari pun membanding-bandingkannya dengan anak-anak lain, khususnya teman-teman yang sekitar ini dikaguminya.

2. Kenali kumpulan bermain anak-anak dengan lebih dekat
Seperti apa sih, teman-teman yang tidak jarang bermain dengan si kecil di sekolah? Anda dapat mengajak anak mengundang teman-temannya bermain ke rumah. kita juga dapat mengantarkan anak main ke lokasi tinggal teman, sekaligus berkenalan dengan keluarganya. Jalinan kekariban antar keluarga pun memperkuat pertemanan si kecil.

Dengan teknik ini, anak bakal terhindar dari peer pressure pada balita yang dapat membuatnya merasa tertekan.

3. Beri masa-masa si kecil guna menumpahkan kegundahannya
Biarkan anak bercerita tentang kegiatannya keseharian di sekolah. Di umur ini, anak seringkali paling senang bercerita tentang guru dan teman-temannya di sekolah. Dari sini, Anda dapat mengetahui apakah si kecil senang, sedih, atau sedang merasa terintimidasi dan menjadi korban bullying di sekolah.

Sesibuk apa juga Anda, sediakan waktu supaya anak bebas berbagi pengalaman mengasyikkan maupun menumpahkan kegundahannya.

Sumber : https://www.bahasainggris.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *