Musik Dangdut Bertahan Ditengah Gempuran K-Pop

Musik Dangdut Bertahan Ditengah Gempuran K-Pop – Seperti sudah lama diprediksikan, sejak BoA, Rain, ataupun Girls Generation digaungkan, K – Pop sudah beberapa tahun belakangan berderu dengan kencang di kancah musik dunia. Remaja-remaja di berbagai belahan bumi pun marak mengikuti perkembangannya. Lalu, bagaimana aliran musik lokal seperti dangdut bertahan? Yuk, kita cek bagaimana siasat para pedangdut kita dan juga bagaimana masyarakat merespon dangdut dan K-Pop.

Salah satu penyanyi dangdut yang sedang marak diperbincangkan oleh netizen, Via Vallen, tak mau kalah dengan kencangnya arus K – Pop. Di beberapa penampilannya ia menyanyikan lagunya sebait dua bait dalam bahasa korea. Pertama kalinya Via mendendangkan hitsnya, Sayang, dalam bahasa Korea, adalah saat ia pertama kali menyanyikannya dalam acara Indonesian Choice Award. Tidak hanya orang Indonesia yang mengapresiasi usahanya, tetapi banyak juga orang Korea yang turut menikmati lagu ini dalam bahasa mereka.

Berbagai video di youtube pun menunjukkan bagaimana netizen Korea turut berjoget dalam lantunan koplo di lagu “Sayang”. Bahkan, saking cintanya mereka dengan lagu ini, seorang gadis korea bernama Danbi pun turut melakukan cover untuk lagu Sayang ini. Belum berhenti sampai di situ, pada penampilannya di Hong Kong pada bulan September 2018, Via Vallen dengan cerdik merespon hebohnya lagu berjudul Du Du Du dari Blackpink, girl band asal Korea yang tengah digandrungi remaja Indonesia. Tampil di hadapan masyarakat Indonesia yang tinggal di Hong Kong, Via menyanyikan Du Du Du dalam suasana dangdut koplo, lengkap dengan “Aye” dan “Hok Ya”.

Video Via Vallen membawakan lagu dari gril band Korea Blackpink versi dangdut koplo ini beredar di internet terutama Youtube. Beberapa penggemar yang bernama Vyanisty mengunggah kembali video yang beredar di dunia maya. Para penikmat musik dangdut dan K-Pop terpukau dengan aksi Via Vallen. Perjalanan akulturasi K–Pop dan dangdut koplo tidak berhenti pada pedangdut Via Vallen. Banyak pula netizen yang merespon lagu korea dengan membuat remix versi koplo. Salah satunya adalah seorang youtuber bernama Denny Sofyan Firdaus.

Dengan remix koplonya dari lagu Red Velvet yang berjudul Bad Boy, lagu K–Pop ini sukses dicintai netizen. Setelah sukses dengan remix koplo dari lagu ini, Denny pun melanjutkan dengan me-remix dua lagu lain dari Red Velvet, yaitu Power Up dan Russian Roulette. Dengan maraknya remix koplo untuk lagu-lagu K-Pop inilah, akhirnya muncul istilah K-Plo. Istilah ini dilahirkan oleh salah satu dj yang cukup terkenal di kalangan netizen youtube, yaitu Dj Ojo Nesu.

Dj Ojo Nesu sendiri awalnya memang gemar membuat remix koplo untuk banyak lagu pop, salah satunya Oasis dan Radiohead. Tetapi, semenjak ia membuat remix untuk lagu K – Pop seperti EXO, ia pun terus meroket dengan berbagia remix koplo lain. Hingga yang terbaru, Dj Ojo Nesu pun merilis channelnya yang terbaru yaitu; K – Plo Channel Dj Ojo Nesu. Tidak menyangka bukan dua genre yang sangat bertolak belakang ini dapat menyatu begitu pas? Siasat yang dilakukan penyanyi dangdut seperti Via Vallen ini pun mendapat respon yang positif baik dari masyarakat Indonesia dan Korea. Langkah ini pun membuat Koplo menjadi salah satu sub – genre dangdut yang membuktikan tajinya terbukti dengan K – Plo yang diyakini akan semakin meroket.

Konser Dangdut Harus Maksimal

Jangan lupa juga saat mengadakan konser dangdut harus maksimal supaya penonton puas dan musik dangdut tetap mendapatkan tempat di pecinta musik tanah air. Bukan hanya penampilan artis dan lagu-lagu yang dibawakan, sistem kelistrikan juga harus diperhatikan karena hal ini berpengaruh juga terhadap keberhasilan acara konser tersebut. Bayangkan saja jika konser sedang berlangsung namun listrik hilang dengan alasan tertentu, hal hasil konser harus dihentikan dan penonton yang datang merasa kecewa. Panitia penyelenggara pasti yang disalahkan.

Guna mencegah hal itu terjadi, sediakanlah beberapa unit genset trailer besar yang biasanya digunakan untuk acara konser dangdut. Dengan adanya genset, pasokan listrik tetap aman selama konser berlangsung. Jangan khawatir mengenai harga sewanya, sebab harga genset perkins 20 kva di palembang yang biasa digunakan pada musik dangdut tidak mencapai ratusan juta rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *